Perkenalan Tak Disengaja

Pertama kali sekali, aku tak kenal dengan dirinya. Tahu nama dan orangnya seperti apapun jangan ditanya. Intinya tak pernah terlintas dalam benak pikiranku sekejap pun. Tapi semua itu dawali dari obrolan kami yang ngarol-ngidul.

Dari pikiran yang awalnya tanpa proses panjang dan bermuara pada pertanyaan iseng, “kamu marah enggak, kalau aku menggunakan kalimat ‘perempuan empat rasa’ untuk perempuan yang pernah menikah dan gagal terus-terusan?”

“Enggak, aku gak marah kok” jawabnya meyakinkan.

“Malah menurutku itu wajar-wajar saja, sebab tidak hanya orangtuaku yang seperti itu”. Paparnya, sambil mempertegas kalimat sebelumnya barusan.

Dari obrolan singkat itu akhirnya coba kubuat beberapa paragraf kalimat, sekali buka hape dan nulis begitu saja tanpa ada pikiran apapun. Hingga pas dibagian akhir, ketika ingin memberikan judul yang pas dengan tulisan tersebut, agak kesusahan.

Dirombaklah kata demi kata yang dianggap sesuai. Karena ada kata “rasa” akhirnya coba kuberpikir sejenak. Hingga akhirnya muncullah kata “tabula rasa”. Karena belum tahu apa itu artinya, coba kuketik ke mesin pencari dan didapatlah pengertian dari kata tersebut. Akhinya dengan mantap kupakai judul itu dengan menggunakan kalimat, PEREMPUAN TABULA RASA.

Setelah kalimat judul itu jadi, coba kuketik ulang di mesin pencari, siapa tahu sudah ada yang pakai. Hasil pencarian, ternyata judul tersebut belum pernah ada, dan aku diarahkan ke sebuah novel yang judulnya Tabula Rasa karya Ratih Kumala. Dari sini perkenalan tidak langsung pun terjadi. Kucari tahu siapa dia, melalui pencarian.

Alhasil, ternyata bukan orang ecek-ecek, salah satu karyanya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Terus ketika kubuka blog dan tulisannya, jos gandos. Dari gaya penulisan dan cara berpikirnya keren banget pokoknya. Mungkin wajar, setiap hari sudah sering bercengkrama dengan suami yang merupakan penulis kawakan juga.

Intinya, dari satu kata pun ternyata bisa berhubungan (baca; terkoneksi) dan saling berkaitan. Hanya saja cara dipertemukannya melalui jalan yang berbeda-beda. Kelebihan dengan cara ini, kita bisa tahu siapa dia, tanpa dia tahu siapa kita.

__
Google Plus
    Komentar Lewat Blog
    Komentar Lewat Facebook

0 komentar:

Posting Komentar